Tren Industri
Training ESG Online GAS, dari Konsep Keberlanjutan sampai Rencana Aksi ESG
Dua hari, empat belas materi, dan satu dokumen yang dibawa pulang. Begini jalannya training ESG daring GAS, termasuk pertanyaan yang paling sering muncul dari peserta.

ESG, singkatan dari Environmental, Social, and Governance, adalah kerangka untuk menilai dan mengelola dampak perusahaan pada lingkungan, manusia, dan kualitas tata kelolanya. Pada Sabtu dan Minggu, 19 sampai 20 September 2026, Gerbang Akselerasi Sukses atau GAS menyelenggarakan Training Environmental, Social, and Governance secara daring untuk membantu peserta memahami kerangka itu sekaligus menerapkannya di organisasi.
Pelatihan bertema Membangun Bisnis Berkelanjutan untuk Masa Depan yang Lebih Baik ini dipandu oleh Tirtana Brachnata. Kelas berjalan dalam format privat, sehingga setiap materi bisa langsung dikaitkan dengan kondisi nyata organisasi peserta, bukan berhenti pada contoh umum.
Artikel ini merangkum materi yang dibahas, regulasi dan standar yang menjadi acuan, diskusi yang paling hidup selama kelas, serta hasil akhir berupa Rencana Aksi ESG yang disusun peserta.
Sekilas kegiatan
Training ESG GAS berlangsung 19 sampai 20 September 2026 secara daring melalui Zoom, dipandu Tirtana Brachnata, dengan metode paparan interaktif, diskusi, studi kasus, latihan identifikasi isu ESG, dan proyek akhir penyusunan Rencana Aksi ESG.

Apa itu ESG dan mengapa perusahaan perlu memahaminya
Aspek Environmental membahas dampak organisasi terhadap lingkungan, seperti emisi, energi, air, limbah, dan penggunaan sumber daya alam. Aspek Social berkaitan dengan manusia, mulai dari tenaga kerja, keselamatan kerja, pelanggan, masyarakat sekitar, sampai penghormatan hak asasi manusia. Aspek Governance mencakup tata kelola, etika, transparansi, akuntabilitas, kepatuhan, dan pengawasan.
Ketiganya tidak berdiri sendiri. Tata kelola yang lemah membuat program lingkungan dan sosial sulit diawasi, sementara dampak lingkungan atau sosial yang tidak dikelola bisa berubah menjadi risiko hukum, operasional, dan reputasi. Karena itu ESG pada dasarnya adalah alat manajemen risiko dan penciptaan nilai jangka panjang.
Tekanannya datang dari banyak arah. Investor dan perbankan semakin memasukkan faktor ESG dalam keputusan pendanaan, pembeli besar menuntut pemasok yang bertanggung jawab, dan regulator mewajibkan pengungkapan keberlanjutan. Perusahaan yang belum membangun kompetensi ESG berisiko tertinggal ketika tuntutan itu datang bersamaan.
Regulasi dan standar pelaporan yang menjadi acuan
Di Indonesia, acuan utamanya adalah Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. Regulasi ini mewajibkan penyusunan Laporan Keberlanjutan bagi entitas yang diaturnya.
Bentuk dan isinya diperjelas oleh Surat Edaran OJK Nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Di kelas, peserta berlatih memetakan kebutuhan pengungkapan SEOJK ke indikator GRI agar satu set data bisa melayani keduanya.
Peserta juga diperkenalkan pada tiga kerangka internasional. GRI Standards 2021 berorientasi pada dampak organisasi terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia. SASB menekankan informasi keberlanjutan yang relevan secara finansial menurut sektor. TCFD berfokus pada risiko dan peluang terkait perubahan iklim, dan rekomendasinya kini diintegrasikan ke dalam standar pengungkapan ISSB.
Empat belas materi yang disusun berurutan
Materi dirancang agar peserta bergerak dari pemahaman konsep ke penerapan. Setiap topik membangun dasar bagi topik berikutnya, dan seluruhnya bermuara pada proyek akhir.
- 01Pengantar dan konsep dasar ESG.
- 02Pentingnya ESG dalam bisnis, dari risiko, reputasi, sampai akses pendanaan.
- 03Identifikasi dan pengelolaan stakeholder.
- 04Menentukan isu ESG yang material bagi organisasi.
- 05Standar pelaporan ESG, yaitu GRI, SASB, dan TCFD.
- 06Penyusunan strategi ESG beserta tujuan, target, dan indikator.
- 07Pengelolaan lingkungan, meliputi emisi, energi, air, limbah, dan sumber daya alam.
- 08Pengelolaan aspek sosial dan hak asasi manusia, termasuk K3 dan rantai pasok.
- 09Good Corporate Governance, etika, manajemen risiko, dan kepatuhan.
- 10Penyusunan laporan keberlanjutan, dari pengumpulan data sampai validasi.
- 11Investasi dan kriteria ESG dalam pengambilan keputusan pendanaan.
- 12Teknologi dalam pengelolaan dan pelaporan data ESG.
- 13Tren dan tantangan ESG, termasuk risiko greenwashing.
- 14Proyek akhir penyusunan Rencana Aksi ESG.
Topik pengukuran emisi dan pelaporan keberlanjutan biasanya paling menantang bagi organisasi yang baru memulai. Tim yang ingin mendalaminya secara teknis bisa melanjutkan ke kelas perhitungan beban emisi atau penyusunan laporan keberlanjutan.
Aspek tata kelola juga mendapat porsi besar karena menjadi fondasi seluruh komitmen ESG. Organisasi yang ingin memperkuat sisi ini dapat menggabungkannya dengan program penerapan GCG dan budaya perusahaan.

Diskusi paling hidup, dari isu material sampai data yang tercecer
Sesi yang paling menarik justru muncul ketika peserta membawa tantangan nyata dari tempat kerjanya. Pertanyaan berkisar pada cara menentukan isu ESG yang benar-benar penting, cara memulai pengumpulan data, cara melibatkan stakeholder, dan cara memastikan program ESG bisa diukur hasilnya.
“Kami memiliki banyak kegiatan yang sebenarnya berkaitan dengan lingkungan dan sosial, tetapi belum semuanya kami pahami sebagai bagian dari ESG. Bagaimana langkah awal yang paling tepat?”
Peserta training ESG GAS
Tirtana Brachnata menjelaskan bahwa langkah awalnya adalah memetakan kegiatan dan dampak yang sudah ada, lalu mengidentifikasi risiko, peluang, stakeholder, dan isu yang paling material. Organisasi tidak harus memulai dari program besar. Yang lebih penting adalah membangun dasar yang jelas, terukur, dan bisa dikembangkan bertahap.
Tantangan lain yang mengemuka adalah data ESG yang tersebar di berbagai unit kerja dengan format berbeda. Diskusi pun mengarah pada pembagian peran, standardisasi data, indikator yang jelas, dan dukungan manajemen agar pengelolaan ESG tidak berjalan parsial. Pengalaman peserta tentang pengelolaan limbah, efisiensi energi, keselamatan kerja, dan hubungan dengan masyarakat membuat materi terasa sangat dekat dengan pekerjaan sehari-hari.

Rencana Aksi ESG sebagai hasil yang dibawa pulang
Pelatihan ditutup dengan proyek akhir. Peserta menyusun Rencana Aksi Implementasi ESG yang bisa menjadi dasar awal penerapan ESG di organisasinya, lalu mempresentasikan dan mendiskusikannya bersama instruktur.
- Isu ESG yang teridentifikasi beserta isu prioritas atau material.
- Pemetaan stakeholder yang terdampak dan berpengaruh.
- Tujuan ESG, program atau kegiatan, dan KPI untuk tiap program.
- Target, penanggung jawab, sumber daya, dan linimasa.
- Mekanisme monitoring dan evaluasi.
Dokumen ini penting karena perubahan organisasi tidak terjadi hanya dengan memiliki kebijakan ESG. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, indikator, data, dan tindakan yang konsisten, dan rencana aksi adalah jembatannya.
Penyusunan KPI di dalamnya mengikuti logika yang sama dengan perencanaan pengembangan SDM pada umumnya. Bila tim Anda juga sedang menyusun program kompetensi ESG untuk banyak karyawan, langkahnya bisa dipadukan dengan cara menyusun rencana pelatihan karyawan tahunan.
Mengikuti training ESG berikutnya bersama GAS
Training ESG GAS cocok untuk ESG atau Sustainability Officer, Corporate Secretary, Compliance Officer, Risk Manager, Reporting dan Disclosure Specialist, serta siapa pun yang terlibat dalam pelaporan keberlanjutan. Programnya tersedia dalam format daring maupun tatap muka.
Untuk kebutuhan perusahaan, silabus dapat dikembangkan menjadi tiga hari, yaitu dua hari pelatihan intensif ditambah satu hari praktik studi kasus dan workshop pengisian template pelaporan. Pertimbangan memilih format kelas bisa dibaca di panduan in-house atau kelas publik.
Bagi tim keuangan dan investasi, kelas sustainable finance awareness melengkapi pemahaman ESG dari sisi pendanaan. Hubungi tim GAS lewat WhatsApp untuk jadwal training ESG berikutnya atau penyelenggaraan in-house yang disesuaikan dengan sektor dan tahap kesiapan ESG perusahaan Anda.
Pertanyaan umum
Apa itu training ESG?
Training ESG adalah pelatihan yang membekali peserta untuk memahami dan menerapkan Environmental, Social, and Governance di organisasi, mulai dari konsep, regulasi, identifikasi isu material, pengelolaan data, pelaporan keberlanjutan, sampai penyusunan rencana aksi ESG.
Siapa yang sebaiknya mengikuti training ESG?
ESG atau Sustainability Officer, Corporate Secretary, Compliance Officer, Risk Manager, Reporting dan Disclosure Specialist, serta karyawan yang terlibat dalam pengumpulan data dan penyusunan laporan keberlanjutan.
Regulasi ESG apa yang berlaku di Indonesia?
Acuan utamanya adalah POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, serta SEOJK Nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.
Apa beda GRI, SASB, dan TCFD?
GRI berorientasi pada dampak organisasi terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia. SASB menekankan informasi keberlanjutan yang relevan secara finansial per sektor. TCFD berfokus pada pengungkapan risiko dan peluang terkait perubahan iklim.
Apa hasil akhir training ESG GAS?
Peserta menyusun Rencana Aksi Implementasi ESG berisi isu material, stakeholder, tujuan, program, KPI, target, penanggung jawab, linimasa, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang bisa langsung dipakai sebagai dasar penerapan ESG di organisasi.
Apakah training ESG bisa diselenggarakan in-house?
Bisa. Training ESG GAS tersedia dalam format daring, tatap muka, maupun in-house, dengan silabus yang dapat dikembangkan menjadi tiga hari termasuk workshop pengisian template pelaporan.
Program terkait
- Pelatihan Penyusunan Laporan Keberlanjutan untuk Bisnis BerkelanjutanKeuangan, Pajak & Auditarrow_right
- Pelatihan Perhitungan Beban EmisiKeselamatan & Kesehatan Kerjaarrow_right
- Pelatihan Sustainable Finance AwarenessKeuangan, Pajak & Auditarrow_right
- Pelatihan Penerapan GCG dan Budaya Perusahaan yang EfektifKepemimpinan & Manajemenarrow_right

Ditulis oleh
Pendiri GAS dan praktisi pelatihan serta sertifikasi kompetensi
Menulis tentang pengembangan kompetensi kerja, sertifikasi BNSP dan Kemnaker, serta cara membuat pelatihan benar-benar terpakai setelah kelas selesai.





